Saturday, November 6, 2010

Mengapa Gunung Vulkanik Banyak Yang Aktif?

Mengapa Gunung Vulkanik Banyak Yang Aktif : Kita adalah makhluk bumi yang tinggal di atas daratan, di permukaan tanah, tempat kita mendirikan rumah dan bangunan-bangunan lain untuk menunjang kehidupan. Sesungguhnya, tanah adalah lapisan-lapisan alami yang mengandung berbagai mineral. Ketebalan lapisan-lapisannya berbeda-beda, bergantung material awal yang menentukan karakternya berdasarkan morfologis, fisik, kimia, dan mineral.
Tanah terdiri atas partikel-partikel pecahan batu yang telah mengalami perubahan akibat proses kimia dan lingkungan, seperti cuaca, erosi, dan lain-lain. Bisa dikatakan, tanah adalah gabungan dari unsur-unsur mineral dan organik yang berbentuk cukup padat.

Partikel-partikel tanah bersifat longgar, membentuk struktur lapisan yang berpori. Pori-pori tersebut mengandung larutan tanah (cair) dan udara (gas). Oleh karena itu, tanah seringkali disebut sebagai sistem yang memiliki tiga bentuk. Hampir semua jenis tanah mempunyai tingkat kepadatan di antara 1 sampai dengan 2 gram/cm³. Tanah juga biasa disebut bumi, yang menumbuhkan segala macam kehidupan di atas planet ini.

Salah satu di antara sekian banyak jenis tanah adalah tanah vulkanik, yaitu lapisan bumi yang terbentuk dari materi-materi letusan gunung berapi yang telah lapuk. Tanah vulkanis sangat subur karena mengandung unsur-unsur hara yang tinggi. Kita bisa menjumpai tanah vulkanis di wilayah-wilayah sekitar lereng gunung berapi.

Ketika sebuah gunung api meletus, ia akan memuntahkan aneka partikel yang panas ke udara. Kemudian, menyebar ke lingkungan sekitarnya. Salah satu material yang dikeluarkan gunung api adalah abu vulkanis. Ketika pertama kali muncul, abu yang sangat panas dan pekat ini bisa membahayakan sehingga harus dihindari. Namun, begitu kondisi mendingin, abu yang melapisi permukaan tanah tersebut akan menunjukkan keajaiban dalam meningkatkan kesuburan.

Kesuburan Tanah Vulkanis
Tanah vulkanis dibentuk dengan tambahan abu vulkanik dari gunung berapi yang meletus. Abu vulkanik merupakan hasil dari peleburan dan pembakaran bahan-bahan mineral. Lapisan tanah yang dilapisi abu tersebut kemudian menjadi sangat kaya mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman dengan baik tanpa memerlukan tambahan pupuk. Namun, jika tanah vulkanis diberi tambahan pupuk organik atau kotoran hewan, kondisinya akan semakin prima.

Tidak mengherankan jika banyak orang yang tetap memilih untuk tinggal di sekitar gunung berapi. Meskipun letusan gunung berapi sangat menakutkan dan membahayakan, manfaatnya sangat banyak, salah satunya menyuburkan tanah sehingga penduduk bisa menjadikan lahan-lahan di lerengnya sebagai lokasi pertanian yang menjanjikan.

Daerah-daerah pertanian yang diusahakan di wilayah bertanah vulkanis banyak terdapat di Indonesia, yang memang memiliki banyak gunung berapi aktif, di antaranya di bagian utara Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Halmahera, Sulawesi, dan lain-lain. Pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki lebih banyak gunung berapi dari daerah lain otomatis memiliki lahan-lahan vulkanis yang paling luas.

Related Posts

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Followers